Tulisan Motivasi (1)

SAAT KARYAWAN BERULAH

Kita selalu dikelilingi berbagai jenis tipe kepribadian manusia di setiap aspek kehidupan, tidak terkecuali di tempat kerja. Tentunya, dalam perjalanan karir Anda dalam memimpin sebuah tim kerja di sebuah perusahaan, kemungkinan besar akan menjumpai tipe-tipe pekerja yang bermacam-macam karakternya. Beberapa rekan kerja bisa bersikap kooperatif dan responsive sedangkan sebagian lainnya menjadi rekan kerja yang bandel.

Bagaimana jika orang tersebut adalah bawahan Anda yang setiap hari Anda harus berhubungan langsung dengannya. Mengatur orang banyak tentunya berbeda dengan mengatur diri sendiri dan pekerjaan yang menumpuk. Setiap orang memiliki karakternya sendiri-sendiri. Semua tipe orang pun tak bisa 100 persen sesuai dengan keinginan dan kemauan Anda, bukan?

Setiap hari Anda dipaksa untuk berhadapan dengan bawahan yang mengeluh dengan tugasnya, banyak mengkritik tanpa memberikan solusi. Sebagai atasan, Anda dituntut tak saja profesional menyelesaikan tugas-tugas yang menjadi kewajiban di kantor. Namun, Anda juga harus memiliki integritas jiwa seorang pemimpin yang baik dan handal dalam mengatur tim di divisi Anda. Berikut beberapa cara untuk mengatasi bawahan yang membandel:

  1. Bersikap empati.

    Tempatkan diri Anda seakan-akan Anda berada di posisinya. Apa alasan utama bawahan Anda bersikap demikian? Kumpulkan informasi sebanyak mungkin dalam rangka untuk menganalisis masalah yang sebenarnya.

  2. Bersikap objektif.

    Nilailah bawahan Anda dari semua sudut. Kita semua memiliki kekurangan baik Anda maupun bawahan Anda, jangan karena hanya bawahan Anda membuat sedikit kesalahan lalu Anda menilai mereka tidak pantas menempati posisi mereka saat ini. Fokuslah pada hal yang lebih besar daripada hal yang kecil.

  3. Bicarakan baik – baik.

    Bila salah satu staf Anda mulai membandel dan malas-malasan datang ke kantor, banyak izin, sering mangkir dari tugas, ini merupakan lampu kuning bagi Anda. Ajak Ia duduk bersama untuk membicarakan persoalan ini. Katakan padanya bahwa ini bukanlah masalah personal Anda dan dia, namun sudah menjadi persoalan perusahaan. Terutama bila Ia tak bisa memenuhi target-target yang diberikan perusahaan kepadanya.

  4. Selalu ada kesempatan kedua.

    Tenangkan diri Anda, jangan terlalu cepat ambil keputusan terhadap bawahan Anda. Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua, bukan? Dan, tak ada pekerja yang sempurna, termasuk kinerja bawahan Anda. Bisa saja ia sedang dalam keadaan tidak termotivasi. Atau, telah merasa jenuh dengan rutinitas yang itu-itu saja dan dirasa tidak menantang lagi untuknya. Kemungkinan ada juga pekerja menjadi malas karena tahu, sehebat apapun ia mengerjakan suatu tugas yang diberikan perusahaan, takkan ada promosi karir yang lebih baik baginya di masa depan. Hal ini menjadikannya malas dan berulah. Jadi, cobalah untuk memberikan kesempatan mendapatkan promosi yang layak dalam karirnya.

Remember! Seorang pemimpin dikatakan hebat ketika Ia bisa menginspirasi dan merubah orang yang mengikutinya dengan pendekatan-pendekatan.

 

SAAT ANGGOTA TIM “KEDODORAN”

Di mata Anda sebagai seorang pemimpin, performa atau kinerja dan prestasi atau pencapaian target anggota tim adalah beberapa hal penting yang harus mendapat perhatian besar. Setiap perubahan dalam hal ini, baik peningkatan maupun penurunan dalam segala hal, terutama yang mempengaruhi kerja tim akan jadi jadi perhatian Anda. Terlebih lagi kriteria pemimpin yang baik seringkali dilihat dari kesuksesannya memimpin timnya untuk meraih target dan mempertahankan kinerja dan performa.

Pernahkah Anda mendapati anggota tim Anda yang selama ini selalu menunjukkan performa dan kinerja yang super perlahan-lahan kehilangan gairah dan semangatnya dalam bekerja? Target yang Anda berikan seringkali tidak bisa dicapai, semangat terlihat ‘kedodoran’, bahkan mulai menunjukkan gejala stress. Seolah-olah tanggung jawabnya selama ini adalah beban berat yang dikerjakan tanpa passion sama sekali. Jika dibiarkan berkepanjangan, gejala yang dialami satu karyawan bukan tidak mungkin menular ke karyawan lain.

Apa yang harus Anda lakukan jika anak buah Anda mulai terlihat mengalami keletihan, mental, maupun fisik, burn out hingga akhirnya mempengaruhi performanya?

  1. Batasi jam lembur.

    Jika tidak ada keperluan yang sangat mendesak jangan biarkan anak buah Anda lembur lebih dari 1 jam sehari. Atur pembagian kerja secara sistematis agar mereka bisa memanfatkan jam kerja dengan efisien. Menghindari lembur selain menghemat pengeluaran kantor juga bisa ‘menyelamatkan’ kesehatan karyawan. Tentu saja Anda membutuhkan karyawan bersemangat tinggi dalam bekerja dan hal itu bisa didapatkan dengan memastikan bahwa mereka memiliki cukup waktu untuk untuk mengistirahatkan badan dan pikiran agar siap menghadapi tantangan pekerjaan mereka.

  2. Analisa.

    Sembari ‘membatasi’ lembur agar mereka bisa memaksimalkan jam istirahat, lakukan observasi terhadap tugas rutin dan tanggung jawab karyawan tersebut. Review progress report pekerjaannya dan perhatikan di bagian mana yang memakan waktu dan tenaga terlalu banyak. Pikirkan kemungkinan untuk mengubah SOP atau mulai mendelegasikan sebagian tugas kepada anggota lain.

  3. Temui dan bicara dari hati ke hati.

    Dengan bijaksana, layaknya pemimpin yang mengayomi anak buahnya, sampaikan bahwa Anda telah memperhatikan penurunan produktifitas dan performanya akhir-akhir ini. Dalam pertemuan ini cobalah untuk menciptakan suasana yang mendukung agar karyawan tersebut bersedia untuk menceritakan masalah yang dihadapinya, atau hal-hal yang membuatnya merasa bahwa pekerjaannya telah jadi hal membebani mental dan fisik. Cari tahu pula hal yang bisa menjadi motivator untuk membangkitkan semangatnya. Jika motivatornya adalah hal sederhana yang bisa dipenuhi dengan cepat seperti pindah lokasi duduk, atau perubahan tanggung jawab, maka penuhilah demi produktifitas dan kinerja tim.

  4. Rotasi tanggung jawab.

    Pekerjaan yang monoton bisa menyebabkan kelelahan mental dan fisik. Rotasi karyawan Anda agar mereka terhindar dari kebosanan dan selalu mendapatkan tantangan baru dan belajar. Tentunya selama adaptasi hal tersebut tidak memakan waktu lama sehingga mempengaruhi produktifitas.

  5. Encourage mereka untuk cuti.

    Walaupun Anda memang menginginkan pegawai yang produktif sepanjang tahun, namun cuti adalah hak mereka. Rehat sejenak membantu mengembalikan kesegaran pikiran dan tubuh. Daripada cuti sekaligus seminggu, dorong mereka untuk mengambil istirahat lebih sering namun dalam waktu yang singkat.

  6. Cari bantuan sementara.

    Jika hal ini terjadi saat kantor sedang menyelenggarakan acara besar atau acara rutin, tak ada salahnya untuk memekerjakan karyawan paruh waktu. Dengan demikian kewajiban rutin karyawan tetap tidak terabaikan dan mereka terhindar dari burn out.

  7. Beri kelonggaran sedikit.

    Izinkan mereka untuk melakukan hal yang memberikan kenyamanan untuk bekerja. Seperti memakai pakaian casual seminggu sehari di hari yang sudah ditetapkan, membolehkan mendengarkan musik selama tidak mengganggu rekan yang lain dan lain sebagainya.

Remember!

Karyawan yang produktif adalah asset terbesar perusahaan. Kewajiban Anda untuk membantu mereka mempertahankan produktifitas tersebut. (By CHANDRA MING)

 

3 PENYEBAB KEJENUHAN DI KANTOR

Setiap pagi, Anda butuh upaya superkeras untuk bangkit dan berangkat ke kantor. Bahkan, mencari motivasi untuk pergi ke kantor pun merupakan tantangan tersendiri. Meski Anda tidak mencintai pekerjaannya, tetapi Anda pun tidak mencintainya. Awal-awal mulai bekerja sih seru-seru saja, tetapi kok, sekarang jadi begini, ya?

Ini bisa jadi merupakan masalah kejenuhan di tempat kerja. Kadang, Anda mungkin tak akan menyadarinya hingga beberapa lama. Keluar dari kejenuhan ini kadang menjadi hal yang sangat sulit. Berikut ini adalah 3 penyebab terumum kejenuhan bekerja:

1. Sangat kelelahan
Saat ini seperti ada pergerakan yang membuat semua karyawan harus bisa multitasking. Anda pun jadi lebih sering pulang larut, mengerjakan tugas yang kadang Anda rasa tidak masuk akal, tanggung jawab yang sangat tinggi, tetapi tanpa ganjaran yang setimpal pula. Meski awalnya tantangan yang diberikan membuat Anda terpacu, tetapi lama kelamaan pekerjaan ekstra itu membuat Anda mulai merasa tidak sepadan. Anda pun mulai merasa kelelahan dengan tuntutan tinggi dan tekanan konstan dari perusahaan (atau bos Anda).

Ketimbang mencoba tersenyum dan menerima saja, coba bicarakan dengan bos Anda. Manager Anda bisa jadi sama sibuknya dengan Anda dan tak menyadari bahwa Anda mulai merasa hampa. Dengan berbicara kepada atasan mengenai tekanan pekerjaan dan solusi untuk menguranginya, siapa tahu sebagian beban pekerjaan Anda bisa diberikan kepada orang lain dan mendapatkan saran yang membantu kurangi stres.

2. Arah yang tak jelas
Anda sudah berada di posisi kerja yang sekarang untuk sekian lama, tetapi tidak ada kejelasan Anda akan diangkat menjadi karyawan tetap atau mungkin meningkat posisi ke jabatan yang lebih tinggi. Anda pikir Anda sudah membuktikan diri, tetapi entah mengapa selalu kolega Anda yang mendapatkan proyek high profile, perhatian si bos, serta promosi.

Dalam situasi tipe ini, akan lebih bijaksana untuk menera ulang diri untuk bisa mengerti halangan potensial yang mencegah Anda untuk lebih maju secara profesional. Contoh, apakah Anda memiliki kemampuan yang tepat untuk menangani tanggung jawab lebih, atau bisakah Anda meningkatkan kemampuan kunci? Apakah Anda memiliki reputasi positif di tempat Anda bekerja, dan apakah ada permintaan atasan yang tak sanggup Anda penuhi atau bertabrakan dengan kolega? Pernahkan si atasan memberi tahu kelemahan Anda dan adakah upaya Anda untuk menanggulanginya?

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tadi bisa membantu Anda menentukan langkah ke depan. Anda juga bisa bicara dengan bos untuk mengekspresikan ketertarikan Anda untuk lebih maju dan mencari tips bagaimana melakukannya (tentu dengan asumsi bos Anda adalah orang yang bisa diajak bekerja sama).

3. Pekerjaan yang Anda lakukan membosankan
Pada awalnya, Anda mencintai variasi dan kecepatan kerja yang ada di hadapan. Namun saat pekerjaan berulang itu membuat Anda ingin marah dan sedih, bisa jadi Anda sudah tak lagi menikmati pekerjaan yang Anda kerjakan, dan ini menyulitkan untuk mencari tahu apa langkah berikutnya.

Cara yang paling baik untuk memulai adalah dengan membuat daftar aspek-aspek pekerjaan yang memberi Anda kepuasaan. Contohnya, jika Anda senang menyusun jadwal acara, pertimbangkan apakah ada kesempatan lain untuk mengaplikasikan kemampuan itu di dalam perusahaan. Terlibat dalam organisasi acara yang dilangsungkan perusahaan setiap beberapa bulan sekali, seperti piknil pegawai, bisa mendorong semangat dan memperbarui antusiasme karier. Pertimbangkan pula untuk menjadi relawan di luar pekerjaan Anda untuk mendalami kebisaan Anda. Mengaplikasikan bakat Anda dalam cara yang menyenangkan bisa membantu mengubah cara pandang Anda terhadap kantor.

Terutama, ingat bahwa kebosanan di kantor tidak selalu berarti negatif. Faktanya, mencapai titik datar profesional bisa menjadi katalis terhadap perubahan positif, meningkatkan kepuasan bekerja. Dengan mempertimbangkan minat dan mengambil tindakan untuk mencari kepuasan saat bekerja bisa bantu Anda bersemangat berangkat bekerja.

 

MEMPERBAIKI CITRA DIRI

Apa itu citra diri atau image? Artinya secara umum citra diri atau image adalah persepsi pandangan yang kita buat tentang diri kita sendiri. Anda harus mengerti pengertian tersebut terlebih dahulu sebelum memperbaiki citra diri Anda yang mungkin sedang kurang baik ataupun memburuk dikantor Anda. Cobalah berkaca terlebih dahulu, apakah yang menjadi penyebab Anda dimata rekan – rekan kerja menjadi kurang baik bahkan memburuk. Menurut Frank Jefkins (1995) didalam salah satu jenis citra yang disampaikan, ada citra penampilan artinya yaitu citra ini lebih ditujukan kepada subyek yang ada pada institusi, bagaimana kinerja atau penampilan diri dari para profesional pada institusi yang bersangkutan sebagai contoh citra yang ditampilkan karyawan dalam menangani keluhan para pelanggan.

Dari pengertian Jefkins tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa Anda dapat me-review ulang bagaimana kinerja atau penampilan Anda dan juga coba tanyakan kepada rekan kerja Anda tentang kesalahan apa yang terdapat pada diri Anda. Berikut ini ada beberapa cara yang mungkin dapat membantu Anda memperbaiki citra diri Anda dikantor:

Olah raga dapat menambah terlihat lebih segar. Hal yang satu ini mungkin sangat susah untuk Anda lakukan, tetapi percayalah dengan Anda berolahraga, maka Anda akan terlihat lebih segar dan juga lebih sehat. Ketika Anda bangun tidur pada pagi hari, usahakanlah minimal melakukan push up 10 kali atau lari pagi keliling sekitar rumah Anda 10 menit. Tidak ada kata Anda sibuk, karena hal ini tidak akan menyita waktu Anda ketika beraktifitas sehari-hari.

Selalu tampil rapi, berpakaian tidak monoton, dan harum. Perlihatkanlah penampilan terbaik Anda ketika pergi ke kantor, yaitu dengan selalu berpakaian yang rapi juga harum. Karena hal ini merupakan aspek terpenting penilaian dari luar. Akan tetapi, coba variasikan gaya berpakaian Anda misalnya dengan memakai aksesoris tambahan. Bukan suatu keharusan Anda mempunyai banyak pakaian, celana, dasi (bagi pria), atau pun rok (bagi wanita), minimal Anda bisa kombinasikan pakaian Anda yang ada dilemari pakaian Anda.

Sarapan pagi dan minum air putih sebelum berangkat kerja. Usahakanlah selalu sarapan pagi dan minum air putih satu gelas, karena itu adalah sumber utama energi Anda untuk beraktifitas ditempat Anda kerja.

Rutin periksakan gigi ke dokter gigi. Mengapa penting Anda memeriksakan gigi Anda ke dokter gigi? Karena dengan Anda rutin periksa gigi, maka Anda mengurangi kemungkinan radang atau pun flek kuning pada gigi. Dengan gigi Anda putih bersih juga tidak ada bau dari radang, berarti Anda dapat tersenyum lepas tanpa khawatir gigi kuning dan bau mulut.

Tingkatkanlah kecerdasan antarpribadi atau sosial. Kecerdasan antarpribadi atau sosial disampaikan oleh Howard Gardner penemu Multiple Intelligences (kecerdasan bahasa dan logika-matematis) yaitu kemampuan untuk memahami, berinteraksi dengan orang lain, dan bekerjasama secara efektif. Dengan Anda meningkatkan kecerdasan antarpribadi atau sosial, maka Anda akan lebih meningkatkan kemampuan untuk memahami, berinteraksi, dan bekerjasama lebih efektif kepada rekan kerja Anda dikantor.

Perhatikanlah etika Anda. Dengan Anda memiliki etika yang baik, maka Anda akan cepat dan mudah diterima ketika bergaul dengan rekan kerja Anda. Etika bisa dilihat dan dinilai dari kata-kata, tingkah laku, dan hal lainnya yang melekat pada Anda. Etika Anda mencerminkan bagaimanakah pribadi Anda. Anda juga harus tahu posisi Anda sedang berada dimana, karena pergaulan dikantor berbeda dengan teman sebaya dan keluarga Anda.

 

RAJAWALI DAN AYAM

Alkisah, di satu perkampungan Indian hiduplah seorang pemburu. Suatu hari dia naik ke bukit cadas untuk menangkap rajawali. Sesampai di sarang rajawali, dia hanya menemukan sebutir telur. Daripada pulang sia-sia, telur rajawali itu pun dibawanya dan ditaruh bersama dengan telur-telur ayamnya yang sedang dierami.

Tak berapa lama kemudian, menetaslah telur-telur eraman sang pemburu. Karena masih kecil, tidak terlihat perbedaan yang mencolok antara anak rajawali dengan anak ayam. Si rajawali sendiri tidak pernah menyadari bahwa dia berbeda dengan yang teman-temannya. Dia hidup, makan, minum, bernafas, berjalan, dan berperilaku seperti anak ayam.

Waktu terus berjalan. Rajawali mulai merasa bahwa dirinya berbeda dengan anak-anak ayam. Sayapnya melebar, kakinya membesar, dan cengkeramannya menguat. Tetapi lingkungannya selalu mengatakan bahwa dia cuma seekor ayam.

Hingga suatu hari: terbanglah seekor rajawali dewasa melewati kampung tersebut. Dengan gagah dia mengepakkan sayapnya, melayang dengan anggun, serta mengeluarkan suara yang melengking dan berwibawa. Semua tertegun, terpana, dan mendongak sambil bertanya-tanya, makhluk apakah itu?

Tiba-tiba, terdengar teriakan panik induk ayam. “Anak-anak, lari, sembunyi! Selamatkan diri masing-masing. Itu adalah elang rajawali, musuh bangsa ayam!”

Segera semuanya mengambil langkah seribu dan bersembunyi di kolong rumah. Tetapi tidak demikian si rajawali kecil. Sedikit pun rasa takut muncul dalam dirinya. Sebaliknya dia merasakan sebuah panggilan yang kuat di dalam batinnya. Lengkingan dari langit itu seakan berkata, “Hai anak rajawali, ingatlah jati dirimu. Kamu bukan anak ayam seperti yang kamu dengar dan pikirkan selama ini. Kamu adalah rajawali. Lihat sayapmu yang lebar. Lihat kaki dan cakarmu yang besar. Aktualisasikanlah potensi dirimu yang luar biasa itu. Mari, bergabunglah bersama kami, bangsa rajawali, kita arungi angkasa luas yang tiada tara yang tiada bertepi.”

Menjawab panggilanjiwa itu, perlahan si rajawali kecil mulai berlari sambil mengepakkan sayapnya. Semakin cepat dan kencang sehingga sedikit demi sedikit tubuhnya pun terangkat. Namun karena belum terbiasa, dia pun jatuh. Tidak putus asa, dia mencoba lagi dengan lebih bersemangat. Tetapi hasilnya sama saja: baru terbang sedikit, langsung jatuh.

Sementara itu, terdengar suara hiruk pikuk dari kolong rumah. “Hei… jangan bodoh. Cepat bersembunyi di sini. Awas kau kan dipatok dan dimangsa. Ingat, kita ini bangsa ayam yang tidak mungkin bisa terbang. Hayo jangan terlambat!”

Rajawali kecil bimbang. Mau mencoba terbang lagi, dia sudah capek. Tetapi bergabung ke kolong rumah, hatinya tidak rela. Dia berada di persimpangan. Dan dia memilih bergabung dengan masyarakat ayam. Si anak rajawali kembali menjadi ayam, melupakan dan mematikan spirit yang ada di batinnya. Hingga akhir hayatnya, dia tetap merasa dan mengganggap dirinya sebagai ayam.

* * * *

Pembaca yang budiman, kisah ini adalah tentang suara langit dan suara bumi. Kedua suara ini sangat penting untuk kita tangkap dan bedakan.

Kita adalah putra langit, putra rajawali yang mampu terbang tinggi menjelajahi awan-gemawan dan mengepakkan sayap mengarungi langit dengan bebas. Jauh di dalam batin kita ada panggilan jiwa yang tidak pernah diam menantang kita untuk menjadi yang terbaik.

Pertanyaannya, apakah kita bersedia menjawab panggilan tinggi itu, yang juga adalah suara Tuhan, ataukah kita menjawab suara rendah, yang mengatakan kita bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa?

Kita semua dilimpahi dengan potensi luarbiasa untuk diaktualisasikan. Maukah kita berusaha mengembangkannya? Buanglah mentalitas seperti rajawali kecil di atas, yang karena lelah, pernah gagal, ragu dan bimbang, putus asa, lalu memilih mendengarkan suara bumi. Sebaliknya, pilihlah untuk bertarung sekuat tenaga sampai kita mendapati bahwa kita bukanlah pecundang, tetapi pemenang dengan prestasi luarbiasa.

Kita semua adalah rajawali, mari dengan tegas menjawab panggilan surgawi, panggilan ilahi untuk melakukan hal-hal yang besar, hebat, dan luarbiasa.

 

MENGHARGAI DIRI SENDIRI

Seberapa besar Anda menghargai diri sendiri? Jika belum, ambillah waktu sebentar dan lakukan sesuatu yang baik untuk diri sendiri.

1. Sediakan waktu. Menyediakan waktu untuk diri sendiri akan membuat pikiran segar kembali. Bahkan, menyediakan lima menit hanya untuk menutup mata dan memfokuskan pikiran dapat membantu Anda merasa lebih baik. Namun, akan lebih baik bila Anda bisa menyediakan waktu yang lebih banyak untuk memfokuskan pikiran pada diri sendiri dan apa yang perlu dilakukan.

2. Lakukan sesuatu yang baik untuk tubuh. Memang mudah mengabaikan kesakitan yang dirasakan tubuh dan lupa untuk mengurus diri sendiri. Cobalah berendam di air panas yang dicampur garam atau mintalah seseorang untuk memeluk. Bisa juga cobalah berdiri dan lakukan peregangan.

3. Buat diri sendiri merasa nyaman. Misalnya dengan menelepon teman atau minum teh hangat, tidur dengan bantal dan selimut yang nyaman, menulis buku harian, makan sesuatu yang disukai, mencium bau minyak aromaterapi seperti vanila, lavender, dan lain-lain.

4. Pergi ke dunia lain. Caranya adalah dengan membaca buku, menonton film, atau biarkan pikiran mengalir ke mana pun ia pergi.

5. Melakukan sesuatu yang konyol. Ini akan membawa keluar jiwa kanak-kanak yang ada dalam kepribadian kita dan memberi perasaan bahagia. Misalnya bermain busa sabun, membuat kue, mengamati awan dan mereka-reka bentuknya, serta bermain dengan hewan peliharaan atau otopet.

6. Cuti sehari. Apalagi bila Anda sudah merasa jenuh dengan pekerjaan sehari-hari. Ambil cuti sehari dan lakukan apa pun yang ingin dilakukan seharian penuh. Ini lebih baik daripada sehari di akhir pekan.

7. Jalan-jalan di tengah alam terbuka. Kadang kita lupa memperhatikan dunia yang terbentang di sekitar. Mengamati alam akan membuat kita merasa lebih enak dan kalem. Berjalanlah di taman. Amati dan pandanglah pohon, rumput, langit, kemudian bernapaslah.

8. Melakukan sesuatu yang sudah lama ingin Anda kerjakan. Mengapa menundanya lagi? Lekas kerjakan dan Anda akan merasa lebih baik

 

PERSAHABATAN YANG MENGGETARKAN

 

Alkisah, di zaman Yunani kuno memerintah seorang raja bersama Dionisius. Di kerajaannya hidup pula sepasang sahabat yang terkenal karena kesehatian, kesepikiran, dan komitmen kebersamaan mereka: Damon dan Phytias namanya.

Suatu hari, tanpa sengaja Damon melakukan sebuah kesalahan fatal di sebuah gelanggang permainan. Akibatnya, dia harus dihukum mati oleh raja. Namun, beberapa saat sebelum eksekusi, Phityas muncul.

”Yang mulia Raja Dionisius, izinkanlah hamba memohon sesuatu buat Damon, sahabatku: Berikanlah dia kesempatan terakhir melakukan sesuatu sebelum menemui ajalnya.”

Raja pun mengabulkannya. ”Baik, aku izinkan. Hai Damon, apakah permintaanmu yang terakhir?” ”Terimakasih sahabatku Phytias, dan terutama bagiku Raja Dionisius yang mulia. Permintaan hamba sederhana: boleh kembali ke kampungku, ke rumahku, untuk mencium anak-istriku dan berpamitan pada keluargaku.”

”Tetapi apa jaminannya?” tanya raja.

Phytias mengajukan diri. ”Baginda, selama Damon pergi, biarlah hamba yang menggantikannya sebagai tahanan. Apabila pada batas waktu yang ditentukan dia tidak muncul, hamba bersedia dihukum mati sebagai gantinya.”

Demikianlah Damon dilepaskan dan diberi waktu tiga hari untuk melaksanakan niatnya.

Raja dan khalayak ramai menunggu apakah Damon kembali sesuai dengan janjinya. Hari pertama lewat tanpa kabar. Hari kedua juga berlalu begitu saja.

Hari ketiga, masyarakat berbondong-bondong berkumpul di tempat eksekusi. Mereka penasaran sambil berharap cemas, apakah Damon memenuhi janjinya. Menjelang siang hari, kabar kehadiran Damon belum terdengar juga. Waktu terasa berlalu begitu cepat. Dan ketegangan meliputi semua orang.

Menjelang sore, Damon tetap tidak muncul. Pada detik-detik menjelang eksekusi, raja pun berkata kepada Phytias. ”Tampaknya persahabatan kalian yang terkenal itu tidak terbukti. Dan kamu, Phytias yang malang, bersiaplah untuk mati karena sahabat yang setia yang kamu banggakan itu ternyata tidak sesetia seperti yang kamu sangka.”

Namun saat pedang algojo hampir berkelebat, dari kejauhan terdengar suara orang berteriak. “Tunggu, tahan hukuman! Tunggu, tahan hukuman!”

Sontak semua yang hadir menoleh ke arah suara itu. Pekik tidak percaya bercampur gumaman kagum memenuhi udara. ”Itu Damon, dia kembali!”

“Maafkan hamba baginda.” kata Damon begitu sampai. “Hamba mengalami banyak sekali hambatan di jalan. Waktu melintasi selat, perahu hamba membentur karang hingga tenggelam. Saat melintasi hutan, sekelompok penyamun merampok hamba hingga terluka. Namun, hamba tetap berlari ke sini, dan syukurlah belum terlambat.”

Sambil menoleh kepada sahabatnya kata Damon lagi, “ Saudaraku Phytias, terimakasih atas kebaikanmu. Engkau telah mempertaruhkan nyawamu untukku. Sekarang, aku sudah di sini, dan siap untuk dihukum mati.”

Melihat adegan itu, Raja Dionisius hanya bisa mengeleng-gelengkan kepalanya tidak habis pikir. Hatinya tersentuh dan berkata, “Damon dan Phytias, ternyata benar apa yang kudengar selama ini tentang persahabatan kalian. Aku sangat menghormatinya. Sebagai penghargaan, maka kamu, Damon, kuampuni dan kulepaskan dari hukuman mati.”

“Terimakasih Baginda,” Damon dan Phytias serentak menjawab.

“Namun ada satu hal lagi. Bolehkah ke dalam persahabatan kalian berdua ditambahkan orang ketiga?” tanya raja.

Demikianlah Raja Dionisius kemudian menjadi sahabat Damon dan Phytias. Persahabatan mereka menjadi persahabatan segitiga yang melegenda ke seantero dunia.

* * * *

Kerja adalah kehormatan, aku bekerja tekun penuh keunggulan. Dalam kisah ini, kita menemukan kualitas persahabatan, komitmen, kesetiaan, dan kepercayaan yang total sehingga mampu menggetarkan hati masyarakat dan Raja Dionisius.

Apapun yang unggul, mulia, dan berkualitas selalu mengundang rasa hormat dan kagum. Kalau kita mampu menerapkannya dalam pekerjaan, di mana kita mampu membina hubungan dengan orang lain, pemasok, atau pelanggan, maka relasi tersebut akan menjadi modal untuk maju dan berkembang.

Karena itu, jagalah kualitas persahabatan anda, karena dengan demikian, hidup akan jauh lebih mudah dan sukses sangat mungkin diraih.

 
 

BUNGA TAPAL KUDA

Konon di Jepang hiduplah seorang petani tua yang setiap hari harus menelusuri jalan setapak berkilometer ke ladangnya sambil memikul dua ember kaleng yang penuh berisi air. Karena termakan usia, lambat-laun ember itu pun aus hingga berlobang-lobang pada salah satu sisinya. Akibatnya jumlah air yang terangkut setiap hari selalu berkurang menjadi dua pertiga. Meski demikian, petani itu tidak pernah bermaksud mengganti ember kesayangannya itu.

Di sepanjang jalan setapak itu, bunga-bunga tapal kuda senantiasa tumbuh subur bermekaran. Tapi ketika musim kemarau tiba, sedikit demi sedikit bunga-bunga itu pun layu dan mati. Hanya bunga yang persis dilalui si ember bocor tetap tumbuh dengan indah, membuat si petani tetap bertekun di bawah cuaca yang kurang bersahabat.

Tapi hal itu tidak disadari oleh si ember. Ia hanya berpikir tentang dirinya yang sudah usang, tidak berguna, dan hanya bikin susah. Mulailah si ember bocor mengeluh, tidak lagi penuh minat mengerjakan tugasnya.

Petani yang menyadari sikap ember itu mulanya hanya diam saja hingga pada suatu hari tidak tahan lagi mendengar keluh kesah embernya.

“Hai emberku, mengapa kamu mengeluh terus karena bocor?”

“Ya Tuan,”jawab ember dengan lunglai. “Aku frustasi karena tidak bisa melaksanakan tugasku dengan baik.”

“Apa benar begitu?” tanya petani lagi. “Siapa yang setiap hari selalu menemaniku membawa air?”

“Saya Tuan,” ember bocor itu menjawab, masih dengan tanpa semangat, “tapi saya tak sanggup lagi membawa cukup air, kan Tuan?”

“Betul,”kata petani. “Terus, memang kenapa kalau bocor?” petani balik bertanya.

“Ya, saya merasa tidak berguna, cuma merepotkan tuan saja,” ungkap si ember.

“Melihat ember yang begitu kehilangan jiwa, si petani mulai memperlambat bicaranya. Dengan penuh kesabaran ia berkata, “Coba layangkan matamu ke sekeliling dan ceritakan apa yang engkau lihat?”

“Tidak ada yang istimewa Tuan, hanyalah bunga tapal kuda yang setiap hari kulihat.”

“Benar sekali,” kata sang petani. “Sekarang coba kamu melayangkan pandanganmu lebih jauh lagi. Apakah kamu juga menemukan hal yang sama?”

“Kegersangan Tuan. Hanya tanah gersang yang kulihat. Bunga-bunga mengering, debu-debu beterbangan, tidak ada kehidupan sama sekali.”

“Tepat sekali wahai emberku,”kata petani. “Apakah kamu tidak merasa aneh dengan semuanya itu? Kegersangan ada di mana-mana, namun di dekat kita justru tumbuh dengan subur bunga tapal kuda yang indah. Kamu tahu kenapa bisa begitu?”

“Tidak Tuan. Bisakah Tuan jelaskan kepadaku?”

“Ember… ember. Itu semua berkat kamu. Selama ini tidak pernah kamu sadari, bahwa kamu adalah sumber kehidupan bagi bunga tapal kuda di sekeliling kita. Memang kamu bocor, tapi justru dari sanalah mereka mendapatkan air sehingga mereka bisa bertahan hidup. Jadi janganlah pernah menganggap dirimu gagal, tetapi berbanggalah untuk itu.”

Semenjak itu si ember menemukan kembali kegembiraan dan kebahagiaan dalam melaksanakan tugasnya.

* * * * *

Kisah di atas berbicara bahwa di dunia ini tidak ada satu pun manusia yang sempurna. Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun harus disadari, justru dengan kekurangan dan ketidakmampuan tersebut seringkali berfungsi sebagai rahmat bagi orang lain. Dengan kata lain, setiap orang memiliki panggilan khusus untuk saling melengkapi.

Ada orang yang begitu berambisi harus serba sempurna. Hal itu bukan saja mustahil secara manusiawi, tetapi inilah keadilan hidup: bahwa kekurangan kita akan ditutupi oleh kelebihan orang lain dan sebaliknya juga. Karenanya, terimalah semuanya itu tanpa harus merasa sedih dan malang.

Coba bayangkan seandainya semua orang sudah sempurna. Kita tidak memerlukan orang lain lagi. Kalau semua orang sudah pintar, maka tidak perlu lagi seorang guru. Demikan juga kalau setiap orang sudah cantik, maka salon-salon kecantikan akan tutup. Begitu juga seandainya setiap orang bisa bernyanyi seindah malaikat, maka tidak dibutuhkan lagi artis dan biduan.

Bagaimana dengan diri anda? Sudahkah menemukan potensi dan kelebihan yang anda miliki? Seandainya anda menemukan kekurangan atau kelemahan, terimalah itu dengan hati yang bersyukur, sebab dengan demikian anda akan dilengkapi oleh orang lain serta memberi kesempatan bersama-sama untuk bertumbuh.

Itulah esensi panggilan: bahwa setiap orang terpanggil untuk saling melengkapi, saling mendukung, dan saling bertumbuh menuju kehidupam yang lebih baik.

 

GO TO NEXT LEVEL

Apakah Anda sudah puas dengan karir Anda sekarang ini? Apakah Anda ingin mencapai peningkatan yang lebih tinggi baik didalam prestasi Anda maupun dalam gaji yang Anda ingin terima ? Bila jawaban Anda adalah YA, berpikir & bertindaklah dalam “Next Level Mindset”. Berikut ini ada 10 tips bagaimana Anda berpikir & bertindak menuju NEXT LEVEL karir Anda.

1. Ciptakan “Peta Perjalanan” karir Anda

Renungkan kembali, kemana Anda sudah melangkah? Pikirkan dan tentukan kemana langkah Anda 10 tahun, 20 tahun atau 30 ke depan. Tuliskan apa yang Anda pikirkan disecarik kertas. Kemudian tulis ulang seluruh “puzzle” ( potongan informasi ) yang telah ditulis, ke dalam sebuah peta perjalanan hidup Anda. Buatlah serinci mungkin.

2. “Facelift” CV Anda

Tulis ulang resume atau CV Anda, percantik dengan berbagai prestasi yang telah Anda capai 12 bulan terakhir ini. Beri penekanan yang spesifik dan detil tentang apa saja yang telah Anda capai dan bagaimana hal itu berpengaruh terhadap perusahaan tempat Anda bekerja sekarang. Bila perlu, hasil tulis ulang resume Anda, berikan copy-nya kepada sahabat atau kolega ( di luar perusahaan yang sudah pasti ). Minta mereka berikan komentar dan masukan untuk perbaikan.

3. Menabung keterampilan baru terus menerus

Jangan pernah berhenti belajar hal-hal baru. Selalu buat target, berapa banyak keterampilan baru yang Anda ingin tambah setiap tahunnya. Ingat, aset Anda dalam bekerja adalah “keterampilan yang Anda jual”. Semakin tinggi kualitas Anda, semakin mahal harga Anda. Gunakan berbagai kesempatan dan berbagai cara untuk selalu belajar – belajar – belajar!

4. Tunjukan prestasi Anda

Bila Anda berharap mendapatkan promosi, secara teratur informasikan pencapaian prestasi Anda pada atasan / perusahaan. Jelaskan dengan data konkrit, berapa besar kontribusi Anda tahun ini dan sejauh mana dampak positifnya bagi perusahaan. SELALU GUNAKAN KUANTITATIF dalam menjelaskan prestasi Anda. Misalnya, saya sudah mampu mengurangi tingkat kesalahan produksi dari 3% per bulan menjadi 1% per bulan. Saya sudah mampu memproses setiap proposal dari deadline 3 hari menjadi 1 ½ hari per proposal. Orang akan lebih terkesan dengan prestasi Anda bila ditulis dalam bentuk angka.

5. Ambil berbagai kursus & koleksi sertifikat kompentensi Anda

Rajin-rajin ikuti berbagai seminar, lokakarya atau kursus yang akan memperkaya kompentensi Anda. Misalnya ikutlah seminar “Tehnik Bernegosiasi” atau “Tehnik Presentasi Efektif”. Anda tidak hanya saja akan menambah koleksi keterampilan Anda, tetapi sekaligas akan mempercantik resume Anda dengan berbagai sertifikasi yang Anda raih. Jangan tunggu perusahaan yang membiayai Anda, investasikan sebagian uang Anda untuk masa depan dengan mengikuti berbagai kursus.

6. Banyak bertanya

Banyak bertanya kepada orang-orang yang sudah lebih berpengalaman atau orang yang posisinya sudah jauh lebih tinggi dari Anda. Dengarkan “success story” mereka. Dapatkan berbagai nasihat dan tips yang berharga. Catat semua apa yang Anda dengar. Lalu mulai contoh langkah-langkah mereka .

7. Ciptakan “Keunikan” Anda

Pikirkan & tuliskan, keahlian dan keunikan apa yang Anda miliki, di mana orang-orang yang selevel Anda tidak miliki? Misalnya: saya pandai bernegosiasi, saya pandai memecahkan masalah, saya terampil dalam meyakinkan orang lain, saya mampu membangun team kerja yang kuat, saya memiliki cara berpikir konseptual yang tinggi.

Buatlah daftar bagi diri Anda . Bila Anda belum memiliki berbagai keunikan ini, maka pikirkanlah, keunikan apa yang Anda mau ciptakan dikemudian hari. Dan kapan harus tercapai? Keunikan apa yang ingin Anda bangun 1, 2 atau 3 tahun kedepan? Tujuh tips diatas akan menolong Anda “go-to-next level” dalam karir maupun kompensasi.

 

ETIKA BISNIS DENGAN KOREA DAN JEPANG

Adakah beberapa dari Anda yang bekerja di perusahaan asing? Atau setidaknya selalu bertemu dengan orang asing untuk urusan bisnis dan pekerjaan? Jika ya, Anda pasti tahu betul bahwa berhadapan dengan orang asing yang berbeda kebudayaan memiliki tantangan tersendiri. Bukan hanya soal bahasa dan cara berkomunikasi yang terkadang menjadi kendala, tapi juga soal kebiasaan, adat, dan tingkah laku yang harus selalu disesuaikan. Mungkin Anda pernah mengalami kejadian unik atau memalukan berkaitan dengan cross-cultural business ini, misalnya Anda lupa tidak membungkuk ketika menyapa bos besar dari Jepang atau selalu kerepotan memenuhi permintaan atasan dari Korea yang ingin segala sesuatunya selesai dengan cepat.

Dalam menjalankan bisnis, setiap negara ternyata memiliki cara yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh kebudayaan yang dianutnya. Untuk bisa menjalin bisnis dengan rekan asing, terkadang Anda harus menyesuaikan diri dengan cara mereka. Bukan berarti mengubah budaya perusahaan dan kehilangan jati diri, tetapi mengetahui dan memahami etiket-etiket bisnis yang berlaku serta menerapkannya tatkala bertemu dengan orang asing sesuai dengan kebangsaannya.

Banyak panduan mengenai etiket bisnis internasional yang bisa dipelajari dan beberapa diantaranya adalah seperti dibawah ini:

Jepang.
Business card adalah hal terpenting yang harus Anda bawa ketika bertemu dengan pebisnis Jepang. Setelah Anda bertukar salam (baik dengan cara membungkuk atau berjabat tangan), berikan kartu Anda dengan cara yang sopan, yaitu memegang dengan kedua tangan. Jangan pernah melipat, mencoret-coret, memainkan, apalagi meninggalkan kartu yang Anda terima, sebab Anda akan dianggap tidak menghargai sang pemberi kartu. Simpan kartu-kartu tersebut di tempat yang pantas dan perlakukan dengan hormat. Untuk busana, gaya konservatif dan formal adalah pilihan yang pas. Untuk wanita, sebaiknya menggunakan rok daripada celana panjang. Berhati-hatilah dengan hand gesture dan ekspresi wajah, sebab bisa menimbulkan salah interpretasi. Selalu datang setidaknya 10 menit sebelum waktu pertemuan, terutama jika Anda akan bertemu dengan para bos atau eksekutif senior. Orang Jepang terkenal tepat waktu, jadi buatlah agenda rapat yang tepat waktu pula. Ketika rapat pebisnis Jepang akan mencatat apa-apa saja yang terjadi dalam rapat, maka tidak ada hal yang luput atau terlewatkan.

Korea.
Sama halnya dengan Jepang, pebisnis Korea juga menganggap business card sebagai hal yang penting dalam urusan bisnis, jadi pastikan Anda selalu membawanya. Dalam suatu pertemuan, jarang sekali Anda memperkenalkan diri langsung kepada lawan bicara, biasanya orang ketiga yang akan memperkenalkan Anda. Jika Anda lebih junior, maka Anda harus membungkuk terhadap lawan bicara yg lebih senior/posisinya lebih tinggi. Korea sangat menjunjung tinggi senioritas dan hubungan atasan dan bawahan. Sebagai bentuk penghormatan, biasanya mereka menyapa lawan bicara dengan nama jabatan/profesi/titelnya kemudian dikuti oleh nama keluarga, misalnya: Direktur Kim, Manajer Choi, atau Supervisor Lee. Atau jika Anda tidak yakin, panggil saja dengan sebutan international, misalnya Mr. Kim atau Ms/Mrs Lee. Orang Korea biasanya mengadakan pertemuan bisnis yang dibarengi dengan jamuan atau minum (beralkohol), Anda bisa mengggunakan alasan keyakinan dan kesehatan untuk menolak secara halus tawaran tersebut.

Dua negara ini merupakan negara Asia teratas yang berinvestasi di Indonesia setelah Cina. Mendekati pasar bebas, akan semakin banyak orang-orang asing yang masuk ke Indonesia untuk mendirikan bisnis. Hubungan kerjasama pun mau tidak mau akan semakin sering terjalin. Diperlukan pengetahuan yang luas dan kepekaan yang cukup tinggi terhadap kebiasaan dan kebudayaan negara yang akan menjadi rekan bisnis Anda. Oleh karena itu, pelajarilah lebih jauh etika-etika bisnis yang berlaku secara internasional agar pendekatan dan jalinan bisnis Anda dengan orang asing bisa berjalan dengan lancar.

 

NGEBLOG TANPA RESIKO KEHILANGAN PEKERJAAN

Di era serba internet seperti saat ini, rasanya blog sudah jadi gaya hidup sehari-hari. Sama halnya dengan situs jejaring social lainnya seperti Facebook atau Twitter, blog dimiliki hampir semua internet savvy di luar sana. Mungkin juga termasuk Anda. Diperkirakan bahwa di Indonesia sendiri di tahun 2009 jumlah blogger akan mencapai angka 1 juta. Jumlah ini tidak mengherankan mengingat banyaknya alternatif layanan hosting dan web based tool gratis dan relatif mudah dikuasai sehingga dalam hitungan menit saja blog Anda sudah bisa diluncurkan untuk publik. Beberapa layanan gratis yang popular digunakan antara lain Blogger, WordPress dan Multiply.

Blog yang merupakan singkatan dari weblog, digandrungi oleh banyak orang karena merupakan media yang memungkinkan pemiliknya untuk menuliskan topik kesukaan mereka untuk kemudian di-publish di dunia maya dengan singkat, tanpa proses panjang seperti halnya mengirim tulisan ke media cetak. Blog juga cara lain untuk berkomunikasi. Kerabat dan teman bisa mengetahui kabar terbaru pemilik blog hanya dengan membaca entry yang ditulisnya, bahkan memberikan komentar.

Banyak orang mengklaim bahwa blogging jadi hobi bahkan sudah jadi kebutuhan mereka. Di blog mereka bisa menuliskan pikiran mereka, menerima feedback dari pembaca, menambah jejaring dan teman, bahkan menciptakan sebuah komunitas khusus untuk blog. Munculnya layanan microblogging tidak membuat aktifitas ini kehilangan penggemar, justru malah membuat blogging semakin kuat karena bisa dijadikan tool yang turut bisa mempromosikan blog seseorang.

Kebanyakan pemilik blog adalah perseorangan yang menulis topik apa saja yang menarik bagi mereka. Namun saat ini semakin banyak perusahaan mengelola blog untuk berbagai kepentingan seperti promosi, branding, menciptakan image bahkan riset dan pooling untuk mengetahui keadaan pasar dan konsumen.

Kalau blogging sudah jadi keseharian Anda, ingatlah bahwa kegiatan yang menyenangkan, therapeutic bahkan menghasilkan ini juga memiliki resiko yang bisa membahayakan karir dan pekerjaan Anda. Jika Anda sudah lama bermain-main didunia blog, tentunya Anda ingat dengan Heather B. Armstrong yang kehilangan pekerjaannya sebagai web designer atau Ellen Simonetti yang dipecat dari sebuah maskapai penerbangan gara-gara blognya.

Beberapa tips yang bisa mencegah agar hal-hal buruk tidak timbul karena blog Anda adalah sebagai berikut :

  • Jangan mempermalukan pihak lain maupun diri sendiri dengan menuliskan hal-hal yang bisa membuat Anda menyesal nantinya. Walaupun intensi Anda adalah mencurahkan isi hati, etika tetap wajib dijaga. Internet adalah dunia yang sangat luas dan semakin gampang diakses. Bukan tidak mungkin boss atau rekan kerja Anda bisa menemukan blog dan membaca hal memalukan tersebut. Jika Anda ingin kebebasan penuh dalam menulis, Anda bisa mencoba fitur protected entryyang ada di WordPress atau fitur yang memungkinkan Anda untuk memilah pembaca seperti yang ada di Multiply dan Blogspot atau bahkan memberlakukan total proteksi terhadap blog.
  • Jangan ‘ngeblog’ di kantor. Dengan mudah browsing historyAnda bisa diketahui pihak manajemen. Hal ini bisa menuntun mereka ke online journal Anda yg bukan tidak mungkin pernah berisi keluh kesah Anda tentang kantor. Seperti pengalaman Anda saat sang boss mencuri ide Anda atau saat Anda kesal karena ditegur atas kesalahan yang tidak Anda lakukan.
  • Jangan pamerkan identitas Anda seluruhnya. Gunakan nama lain atau inisial. Hati-hatilah dengan foto Anda, orang lain atau property kantor yang dipajang diblog. Selain berkaitan dengan copy right, Anda tidak akan tahu jika ada yang memanfaatkan foto-foto tersebut untuk kepentingan pribadi orang lain.
  • Hindari untuk dengan gamblang mencantumkan identitas professional Anda seperti jabatan atau posisi, nama perusahaan dan alamat tempat Anda bekerja, bahkan jenis industri pekerjaan Anda. Playing safe is betterjika Anda masih ingin memiliki pekerjaan Anda.
  • Bijaksanalah dalam menulis hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan. Jangan membeberkan rahasia perusahaan, nama klien, konflik dalam perusahaan serta hal-hal lainnya yang tidak seharusnya diketahui umum, apalagi kompetitor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: