Tulisan Motivasi (3)

PERSAHABATAN NAKODOK DAN NAKULAR

Tersebutlah di sebuah rawa, tinggal berseberangan keluarga ular dan kodok. Masing-masing mempunyai anak yang diberi nama Nakular dan Nakodok. Suatu hari, secara tidak sengaja mereka bertemu untuk pertama kalinya.

“Hai, kamu ini siapa? Kok badanmu panjang?” tanya Nakodok kepada Nakular.

“Hai juga. Memang beginilah keluarga kami, panjang dan licin. Namaku Nakular. Kamu siapa? Kenapa badanmu bulat begitu, dan, eh, kamu kok tidak punya ekor?”

“Namaku Nakodok. Memang beginilah keluarga kami, perut buncit, punggung besar, dan tidak punya ekor. Lucu yah?” jawab Nakodok.

Setelah saling sapa, mereka pun dengan cepat menjadi kawan yang kompak dan akhirnya bersahabat. Sebagai sahabat baru, mereka larut dalam kegembiraan dan bermain sepanjang hari. Saking asyiknya, mereka tidak sadar sudah berada jauh dari rumah.

Hari berangsur petang. Orangtua Nakular dan Nakodok mulai cemas karena tidak biasanya anak mereka pulang sesore ini. Mereka mencari ke tempat-tempat dimana anak mereka biasa bermain, namun tidak ketemu.

Menjelang malam, Nakodok kembali, dan amarah sang Ibu langsung menyambutnya. “Kamu dari mana seharian, hah! Tahu nggak, kami sudah mencarimu ke mana-mana?”

Nakodok yang masih diliputi keceriaan bercerita dengan antusias. “Oh, hari ini aku ketemu teman baru. Namanya Nakular. Dia lucu sekali. Badannya panjang, meliuk-liuk, bisa berdiri seperti per, dan dia juga bisa melingkari tubuhku, geli tapi enak.”

Tetapi reaksi yang didapat Nakodok sungguh di luar dugaan. “Gila lu, kamu hampir mencelakakan dirimu! Tahukah kamu siapa mereka? Mereka adalah keluarga ular. Mereka itu pemakan kodok, tahu? Untung dia masih kecil kamu tidak dimakannya. Coba kalau ketemu bapaknya atau ibunya, kamu pasti sudah ditelan. Mereka dan kita musuh bebuyutan, dari zaman dulu ampai kiamat. Jadi, mulai besok kamu tidak boleh bermai- main ke sana lagi, ya!”

Nakodok hanya bisa terkejut dan menangis. Tidak pernah dia mengira bahwa persahabatan sehari mendatangkan amarah yang luarbiasa.

Di tempat lain, Nakular yang baru tiba di rumah langsung dicerca ibunya. “Kamu dari mana, hah? Pergi sampai lupa waktu.”

“Oh… tadi aku bermain-main, Ma. Aku dapat teman baru, namanya Nakodok. Dia lucu sekali. Badannya bulat, perutnya buncit, matanya besar dan bening. Tadi aku naik ke punggungnya, licin dan geli karena lendirnyabanyak. Asyik deh. Besok aku sudah janjian mau main bersama lagi.”

“Gila kamu! Tahukah kamu bermain dengan siapa?”amarah sang ibu menggagetkan Nakular. “Dia adalah keluarga kodok, tahu, mereka itu makhluk jelek yang ditakdirkan untuk makanan kita. Mau ditaruh dimana martabat keluarga kita seandainya ada yang melihat kamu bermain dengannya? Mulai besok, kamu tidak boleh bermain-main dengan dia!”

Sejak itu Nakular dan Nakodok tidak pernah bermain lagi. Kalaupun kebetulan saling melihat dari jauh, mereka memalingkan muka dan menjauh dari sahabat yang pernah akrab sehari.

*****

Permusuhan dan pertentangan antara satu pihak dengan pihak lain sering kali merupakan warisan turun-temurun. Namun, jauh di lubuk hati setiap makhluk, sesungguhnya ada panggilan hati untuk saling berkawan akrab. Perasaan itulah yang dialami Nakodok dan Nakular dalam cerita di atas.

Secara alamiah kita terpanggil oleh jiwa yang murni untuk mengulurkan tangan dan persahabatan kepada siapa saja. Melalui perkawanan dan persaudaraan niscaya pengalaman-pengalaman yang menyenangkan, menguntungkan, dan membawa sukses akan kita peroleh.

Sayang Nakular dan Nakodok tidak mendengarkan panggilan hati mereka untuk bersabahat. Mereka lebih menuruti pesan-pesan orang tua yang sesungguhnya mesti diperiksa dan dikaji lagi.

friendshipfriendship

Marilah mengulurkan tangan dan hati yang tulus untuk berkawan dan bersahabat dengan siapa pun.

by Jansen Sinamo

PERSAHABATAN TIKUS DAN KUCING

Tahukah anda bagaimana asal muasal mengapa tikus dan kucing sampai hari ini bermusuhan?

Alkisah, hiduplah sepasang sahabat: seekor kucing bernama Meong dan seekor tikus bernama Mencit. Mereka selalu melakukan kegiatan bersama-sama, mencari tempat tinggal, bermain, dan mencari makan.

Musim dingin segera tiba. Kedua sahabat itu berunding bagaimana cara agar punya persediaan makanan yang cukup. Pembagian tugas pun disepakati. Mencit bertanggungjawab mengintip dapur orang untuk melihat-lihat apakah ada makanan, sedangkan Meong mendapat tugas mengangkut dan menyimpan makanan tersebut di tempat yang hanya mereka berdua saja yang tahu.

Demikianlah mereka mulai bekerja. Setelah berkeliling beberapa lama, Mencit berhasil menemukan toko yang menjual madu. Dia pun kembali ke Meong dan bersama-sama menyusun siasat. Setiap malam dari kejauhan mereka mengintai toko tersebut. Ketika situasi sudah sepi, Meong dengan gesit masuk ke toko, mengangkut, dan menyimpan madu tersebut ke dalam baskom besar di bawah altar gereja yang letaknya tidak jauh dari toko tersebut.

Suatu saat, timbullah niat culas si Meong. Dia membayangkan betapa nikmatnya menikmati madu tersebut sendirian tanpa sepengetahuan sahabatnya.

Dia pun mendatangi si tikus. “Mencit, hari ini aku absen bekerja ya, soalnya ada saudara sepupuku yang berulangtahun. Aku harus hadir karena dia sangat dekat dengan aku,dan lagi pula aku sudah berjanji Minggu lalu.”

Tanpa curiga Mencit membiarkan Meong pergi. Dengan sembunyi-sembunyi si Meong pergi ke bawah altar gereja dan mencicipi madu yang sudah mereka kumpulkan. Sesudah puas dan kenyang, dia pun kembali seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Seminggu kemudian, timbul lagi rasa ingin menikmati madu itu. Dia pun berkata,”Mencit, hari ini aku harus pergi lagi. Seorang keponakanku baru lahir dan ada syukuran untuknya. Aku harus hadir karena aku mendapat tugas memberikan kata sambutan.”

Lagi-lagi Mencit membiarkan sahabatnya pergi, dan dengan leluasa Meong kembali menyantap madu.

Beberapa waktu kemudian, timbul lagi godaan. Meong pun mencari alasan baru. “Mencit, aku harus pergi lagi hari ini. Ada pesta syukuran seorang kerabatku yang memasuki rumah baru. Aku mendapat tugas sebagai penyambut tamu, dan aku mohon izin ya.” Demikianlah dia pergi ke bawah altar gereja, dan kali ini menghabiskan seluruh madu yang tersisa.

Ketika musim dingin tiba, kedua sahabat ini pun mengasingkan diri ke bawah altar gereja untuk menghabiskan waktu. Tetapi alangkah kagetnya Mencit, karena ternyata madu sudah habis.

“Wah, ternyata ada pencuri. Sialan! Kita yang bekerja keras, pencuri itu dengan enaknya menghabiskan madu, “kata Meong dengan pura-pura kesal.

Tetapi Mencit berkata, “Tampaknya, pencurinya ada di dekat sini deh.”

“Di mana dia? Biar kuhajar,” geram si Meong bersandiwara.

“Oh, tidak perlu, karena pencuri itu kamu sendiri kan,” tegas si Mencit.”Bukankah waktu kamu izin pergi sebanyak tiga kali dengan alasan merayakan ulangtahun, merayakan kelahiran keponakanmu, dan syukuran rumah saudaramu, sesungguhnya kamu ke sini? Kucium sayup-sayup bau madu saat kau pulang, namun kecurigaanku waktu itu tidak terlalu besar. Namun kini aku sadar, ternyata kamu adalah teman yang tidak bisa dipercaya. Cukup sampai di sini persahabatan kita. Lebih baik jadi musuh yang terang-terangan daripada musuh yang mengenakan jubah persahabatan.”

* * * *

Pesan apakah yang ingin disampaikan cerita ini? Satu kata: integritas. Integritas adalah kemampuan untuk berkomitmen, bersetia memenuhi kesepakatan demi tujuan bersama. Sama seperti Meong dan Mencit berjanji bekerjasama dengan tujuan mengumpulkan madu sebagai persiapan musim dingin, demikianlah integritas mestinya terjaga antara keduanya.

Integritas harus kita jaga dengan sepenuh hati, karena kalau tidak, akan mengakibatkan kerugian yang banyak. Dalam kisah di atas, rusaknya integritas Meong menyebabkan rusaknya perkawanan dan persahabatannya dengan Mencit yang sudah terjalin begitu akrab dan lama. Itu berarti, sekali melanggar integritas, sama saja dengan memutuskan hubungan-hubungan dengan sekeliling. Putusnya persahabatan, hilangnya pelanggan, pecahnya hubungan oran tua dan anak, atau rusaknya hubungan antara atasan dan bawahan adalah akibat hancurnya integritas.

Pelanggaran integritas menyebabkan kita menjadi manusia yang tidak lagi bisa dipercaya. Ketika membuat komitmen, ada rasa percaya bahwa dengan kerjasama tersebut akan dihasilkan manfaat yang saling menguntungkan. Namun, saat integritas dilanggar, hancurlah semuanya.

Seorang raja pernah berkata, kalau kehilangan uang, kita kehilangan sedikit; kalau kehilangan kesehatan kita kehilangan banyak; tapi kalau kehilangan integritas, kita kehilangan segalanya.

Kiranya nurani kita tetap teguh mempertahankan integritas.

CIRI PRIA BAKALAN HIDUP KAYA

Sebelum menikah dengannya, cari tahu apakah dia memiliki 15 ciri Pria Berpotensi Menjadi Kaya, dimana Anda akan selalu tenang hidup bersamanya. Coba teliti apakah kekasih Anda memiliki salah satu dari ciri berikut.

1. Beberapa Rekening.
Lihat, apakah kekasih Anda punya rekening bank lebih dari satu? Ini bisa jadi indikasi dia berbakat kaya. Karena biasanya, orang yang punya rekening tabungan 2 atau lebih cenderung berusaha mengatur uangnya dengan benar.

Pria tipe ini suka memisahkan pos-pos penghasilannya. Misal, satu rekening digunakan hanya untuk menerima transfer gaji dan belanja lalu rekening lainnya untuk tabungan.

2. Suka Menolong.
Tidak tepat jika orang yang suka menimbun harta, pelit, serta enggan berbagi dan memberi, adalah orang yang berbakat kaya. Justru lelaki yang mudah tergerak hatinya dan gampang menolong orang lah yang pantas Anda lirik.

Dia adalah tipe orang yang akan relatif mudah hidupnya. Entah bagaimana caranya, Anda berdua akan sangat jarang kesulitan uang. Hidup mengalir dan smooth. Dan yang terpenting, kenikmatan memberi itu memang selalu ada penggantinya. Ingat kata orang bijak bahwa Anda tidak mungkin miskin hanya karena beramal!

3. Punya Cita-cita.
Jangan harap si dia berbakat kaya jika hidupnya dialirkan bagai sungai, entah hendak bermuara di mana. Pria yang berbakat kaya selalu punya rencana besar dalam hidupnya. Anda juga bisa menyebutnya sebagai cita-cita.

Ada sesuatu di masa depan yang hendak diraihnya. Untuk itu, dia akan punya rencana jangka pendek, rencana jangka menengah, untuk mencapai cita-citanya.

4. Tidak Berhobi Spesifik.
Pria yang punya hobi spesifik cenderung menghabiskan uangnya untuk hobinya tersebut. Mereka tidak bisa menahan perasaan melihat toko C, perlengkapan Tamiya, aksesoris sepeda gunung atau bengkel mobil. Ini juga berlaku untuk mereka yang hobi berbelanja, yang selalu ’sakaw’ setiap melihat tulisan ’sale’ di mal.

Cukup dikompori sedikit oleh temannya dia rela merogoh kocek begitu dalam. Tentu saja ada orang yang punya hobi spesifik karena memang kekayaannya atau orang tuanya tak ada habisnya. Namun toh tidak semua pria punya nasib bisa kaya begitu saja.

Pria yang tidak punya hobi spesifik biasanya akan mengeluarkan uangnya untuk berbelanja sesuai dengan mood-nya saja. Dia cenderung merasa tidak punya kebutuhan spesifik, sehingga enggan membeli sesuatu. Tapi tenang saja, ini tidak ada hubungannya dengan mood dia membelikan Anda sesuatu kok!

5. Buta Harga.
Dia tidak tahu persis ada bedanya barang mahal dan barang murah. Buatnya, kemeja ya kemeja. Bentuknya seperti itu, ada ukurannya yang pas dan pantas dipakai di kantor. Habis perkara. Pria seperti ini tidak akan bermasalah dengan kemeja murahnya.

6. Hidung Bisnis.
Apakah Anda pernah mendengar dia mengatakan (kurang-lebih), “Ini bisa menjadi peluang bisnis. Bisa dicoba.” Artinya dia dapat melihat sesuatu, sekecil apapun, sebagai sebuah peluang bisnis. Tidak banyak orang yang punya kemampuan seperti ini. Jadi, kalau si dia kerap melontarkan komentar yang berhubungan dengan peluang bisnis, bisa jadi dia memang berbakat kaya.

7. Pekerja Keras.
Punya hidung bisnis saja tidak cukup tanpa kerja keras. Ini yang membedakan seorang pemimpi kelas berat dengan pengejar mimpi. Seorang pengejar mimpi akan berusaha sekuatnya untuk mewujudkan cita-citanya. Tentunya dengan kerja keras.

8. Keahlian Khusus.

Perhatikan, apakah si dia punya satu atau dua keahlian khusus? Tidak harus yang jarang dimiliki orang lain, seperti jagoan pencak silat, atau mungkin mengemudikan pesawat terbang misalnya!

Tapi dia, misalnya, menguasai komputer dengan baik, pandai melobi dan sebagainya. Anda lah yang tahu persis apa kelebihannya. Kemampuan khusus ini bisa jadi modal dia dalam menjalani hidupnya. Pria tipe ini cenderung survive dalam hidupnya.

9. Banyak Teman.
Temannya ada dimana-mana. Tidak hanya mantan teman-teman SMA, kuliah atau kantornya. Tapi juga dari komunitas lain, yang mungkin Anda tidak pernah duga sebelumnya. Orang yang banyak teman bisa diartikan punya banyak networking yang cukup luas. Sehingga, ditaruh dimana pun, dia akan bisa hidup dengan baik.

10. Memelihara Pertemanan.
Kadang Anda jengkel karena dia rajin menelpon atau SMS yang tidak penting ke teman-temannya. Just say hello saja bisa berpanjang-panjang. Mestinya, Anda tidak perlu kesal, karena ini adalah caranya untuk memelihara pertemanan.

Orang boleh punya banyak teman, tapi jika tidak bisa memeliharanya, maka it’s just nothing! Silahkan tabah-tabahkan hati menunggu selesai ber-chit-chat. Katakan saja padanya complain Anda bila ‘haha-hehe’-nya sudah kepanjangan. Dia pasti mengerti kok!

11. Mudah Berteman.
Hanya orang yang menyenangkan yang mudah berteman. Pergi ke tempat baru mana pun, dia bisa dengan mudah punya teman ngobrol. Ini menandakan dia orang yang terbuka, punya sense of humor dan berwawasan cukup luas.

Bagaimana mungkin dia bisa ngobrol panjang lebar dengan orang baru, di mana pun bila tidak punya bahan pembicaraan yang cocok dan bisa jadi pendengar yang baik pula? Orang-orang seperti ini biasanya tidak sulit beradaptasi dengan lingkungan baru, termasuk dengan jenis pekerjaan baru.  Sehingga, si dia tidak perlu khawatir tidak punya pekerjaan yang baik.

12. Percaya Diri.
Kita tidak sedang bicara tentang orang yang ‘gayanya dua juta’ (percaya diri berlebihan). Dia tahu persis apa kelebihan dan kekurangannya dan percaya orang lain pun begitu. Sehingga, dia tidak gentar ketika berinteraksi dengan orang lain, atau diharuskan melakukan sesuatu yang baru. Termasuk, dia percaya bahwa dia bisa hidup layak hari ini atau esok lusa, bersama Anda.

13. Fokus.
Dalam melakukan apapun, dia fokus. Perhatiannya tidak mudah tercerai oleh hal lain yang (dianggapnya) lebih menarik. Orang yang fokus biasanya punya tanggung jawab yang baik. Ini berhubungan dengan bagaimana dia berusaha mencapai cita-citanya, menyelesaikan pekerjaannya dan serius membangun hidup bersama Anda.

14. Optimis.
Hampir tidak pernah Anda mendengar dia bilang. “Ah susah”, “Enggak bisa Ah”, dan sejenisnya. Pria pesimis akan sulit survive dalam hidupnya. Keoptimisan bisa membuat seseorang mampu melakukan sesuatu yang secara hitungan di atas kertas sulit.

15. Sehat.
Oke, yang terakhir ini penting nggak penting. Pria penyakitan akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan tidak melakukan apa-apa. Belum lagi ongkos dokter dan rumah sakit yang tidak masuk akal mahalnya. Uang Anda berdua akan habis di sini. Selain itu, orang yang sehat akan bisa berpikir dengan lebih sehat.
(www.metrotvnews.com    by: Kpl/ICH)

 
 

SURGA DAN NERAKA

Tahukah Anda perbedaan surga dan neraka? Konon, ruang makan di surga dan di neraka tidak ada bedanya. Menu makanannya persis sama. Jadi, apanya yang berbeda? Jawabnya: perilaku penghuninya.

Di neraka, saat jam makan tiba, segera para penghuninya saling berebutan masuk ruangan. Makanan disajikan di atas meja dan piring raksasa. Sendok dan garpu ukurannya juga raksasa.

Karena penghuni neraka adalah orang egois yang tidak rela melihat orang lain kenyang dan senang, maka yang terjadi kemudian adalah perang sendok dan garpu. Saat seseorang mulai menyendok makanan danberusaha memasukkannya ke mulut, segera sendoknya dipukul orang lain sehingga berantakan. Terjadilah kericuhan, tidak satu pun mau mengalah. Semua marah dan mengamuk.

Alhasil, ketika jam makan selesai, tak sesuap makanan pun yang masuk ke perut mereka. Semua makanan tumpah amburadul berserakan di lantai. Dengan perut yang tetap lapar, mereka keluar dari ruang makan dengan kesal, marah,dan emosi tinggi.

Bagaimana dengan suasana surga?

Saat lonceng jam makan berbunyi, dengan tertib penghuninya memasuki ruang makan dan mengambil tempat masing-masing. Begitu makanan disajikan, mereka mengawalinya dengan mengucap syukur dan berdoa. Karena sendok dan garpunya terlalu panjang, mereka saling menyuapkan makanan kepada saudaranya di seberang meja. Mereka saling melayani satu sama lain.

Saat jam makan selesai, tak secuil pun makanan tercecer. Semua kenyang, bahagia, dan saling berterimakasih.

* * * * *

Saling melayani. Itulah pesan cerita di atas. Sebagai makhluk sosial kita dituntut untuk mampu memperhatikan dan di mana perlu mendahulukan kebutuhan orang lain daripada mengedepankan ego pribadi. Jika ini terjadi, suasana akan lancar dan nikmat. Orang yang dilayani merasa puas, sehingga timbullah rasa senang yang menggerakkan budi untuk sebaliknya melayani.

Maka, marilah menjauhi sikap penghuni neraka. Kadang, kita merasa puas karena berhasil menggagalkan usaha orang lain. Namun kepuasan seperti ini adalah kepuasan orang yang sakit jiwa. Lebih daripada itu, dengan berbuat demikian sebenarnya kita juga sedang menghancurkan diri sendiri karena hal itu mengundang balas dendam. Alhasil, hidup kita terperangkap dalam sebuah dunia yang dipenuhi angkara murka untuk saling mencelakakan.

Etos ini mengimbau kita agar mempunyai hati dan jiwa pelayanan. Semaikanlah sikap luhur ini, karena dengan demikian niscaya kita lebih sukses, tentram dan bahagia.

HITAM ATAU PUTIH

Pernahkah Anda membaca sebuah kisah, tentang perusahaan besar sepatu yang ingin mengembangkan usahanya ke sebuah negara. Perusahaan itu lalu mengirimkan dua orang untuk mengadakan penyelidikan, tidak lama kemudian kedua orang ini kembali ke kantor untuk melaporkan hasil penyelidikan mereka.
Orang pertama berkata, “Ah, rakyat di negara itu sangat miskin, mereka semua tidak memakai sepatu. Oleh karena itu di sana tidak akan ada peluang pasar bagi produk kita. Mohon pimpinan membatalkan niat untuk berinvestasi di sana!”

Tetapi orang kedua dengan bersema-ngat mengatakan, “Sungguh membuat orang bersemangat! Masyarakat di sana tidak ada orang yang bersepatu, itu berarti perkembangan pasar sepatu di negara itu jadi tidak terbatas!”

Ketika Anda mengemudikan mobil sering kali menjumpai lampu merah, apakah Anda merasa jengkel karena telah menghamburkan waktu Anda yang sangat berharga, ataukah bersyukur karena kebetulan bisa membiarkan Anda beristirahat sejenak dalam aktivitas Anda yang tinggi? Begitulah hal tersebut berada di antara pikiran sekilas, apakah Anda memilih menghadapi hal itu dengan kegembiraan atau sakit hati?

Perjalanan hidup manusia memang timbul dan tenggelam, ada naik dan turun, baik itu dalam keadaan lancar maupun keadaan yang tidak menguntungkan, semua ini adalah mata pelajaran wajib yang harus kita pelajari dalam kehidupan. Dalam panggung kehidupan kita harus memerankan dengan baik lakon yang seharusnya kita mainkan. Setiap orang adalah peran utama dalam panggung kehidupan mereka, maka dari itu pantang mundur dan tidak gegabah untuk maju serta bisa menggunakan sikap yang mantap dan ramah menyambut setiap kali tantangan hidup barulah benar!

Apakah Anda juga pernah membaca sebuah artikel lain, tentang satu perusahaan yang menjual bibit ikan. Bibit ikan yang mati berjumlah sangat besar dalam perjalanan ekspor sehingga membuat mereka merasa putus asa. Akhirnya mereka menanyakan hal tersebut kepada seorang pakar untuk menanggulangi masalah ini.

Pakar tersebut menyarankan perusahaan bibit ikan ini untuk memasukan musuh alami bibit ikan itu dalam jumlah yang besar, perusahaan bibit ikan tersebut merasakan cara ini tidak bisa mereka pahami. Bukankah cara ini sama halnya cari mati sendiri?

Tetapi permasalahan tersebut sudah sampai pada tahap ini, jadi terpaksa menyembuhkan kuda mati seperti kuda yang masih hidup, dicoba untuk melihat hasilnya. Akan tetapi keajaiban terjadi! Bibit-bibit ikan setelah dimasuki musuh alaminya ternyata kebanyakan masih hidup setelah sampai ditempat tujuan. Setelah itu pakar tersebut memberikan penjelasan, adalah semacam reaksi naluri dari bibit-bibit ikan tersebut untuk bertahan hidup. Untuk tetap hidup bibit ikan itu telah mengembangkan kemampuan terpendam mereka yang paling besar untuk bertahan hidup.

Sebenarnya kegagalan yang kita alami dalam kehidupan, jika kita memandang hal itu dari sudut pandang yang lain, acapkali hal-hal tersebut juga merupakan batu loncatan bagi diri kita, bantuan seringkali tersembunyi di dalam situasi yang sulit.

Pepatah mengatakan, “Keadaan berputar menurut hati.” Kadang kala keadaan di sekeliling kita adalah keadaan yang kita ciptakan sendiri, munculnya suatu permasalahan yang sama, ketika Anda bisa menghadapi masalah itu dengan optimistis, maka kehidupan Anda adalah berwarna. Sebaliknya jika Anda menghadapi masalah itu dengan sikap yang pesimistis dan apatis, maka kehidupan Anda adalah hitam putih. Hanya melihat bagaimana Anda mengayun dan menyirami warna dalam kehidupan Anda sendiri.

Sahabat, apakah Anda sudah berpikir baik-baik saat menggoreskan pena untuk menggambarkan kehidupan Anda? Mempersilakan semua orang yang Anda cintai dan yang mencintai Anda untuk menambahkan warna dalam kehidupan Anda yang cemerlang! (The Epoch Times)

Made in Japan vs Made in Swiss

Pertanyaan: negara manakah yang paling banyak memproduksi jam, Jepang atau Swiss? Jawabnya Jepang. Tetapi negeri manakah yang disebut negeri jam? Jawabnya Swiss.

Kenapa bisa?

Sampai awal 1970-an, jika berbicara tentang jam orang pasti langsung menunjuk Swiss. Kemudian teknologi baru yang dinamakan ‘quartz’ ditemukan. Meski pun pertama kali diperkenalkan di Swiss, teknologi ini ditolak oleh komunitas industri jam di sana, karena menurut mereka, perkakas yang tidak menggunakan per atau gerigi bukanlah jam.

Jepang tanggap, mereka melihat peluang, dan langsung mengadopsinya. Hasilnya, keluarlah berbagai merek jam buatan Jepang yang akurasinya tidak kalah dengan jam buatan Swiss, namun harganya jauh lebih murah. Dalam waktu singkat Jepang pun menjelma menjadi negara produsen jam terbesar di dunia.

Melihat kejayaan Jepang, Swiss tidak berdiam diri. Revolusi mutu dalam industri jam terjadi secara besar-besaran. Mereka menyodorkan cara pandang baru terhadap jam. Kalau dulu jam hanya berarti sekadar perkakas penunjuk waktu, mereka mengubah konsepnya menjadi simbol pribadi-pribadi sukses. Jam buatan Swiss dipandang sebagai lambang kesempurnaan dengan kualitas istimewa, karya seni buatan tangan seorang maestro, dan hanya orang-orang terbaik di bidangnya yang patut memakainya.

Hasilnya, industri jam Swiss naik lagi ke peringkat atas. Rolex, misalnya, mencermati iklannya, selalu menggunakan selebriti dunia yang merupakan juara atau legenda di bidangnya. Tampilannya pun khas, selalu di halaman sampul belakang majalah terkemuka, full color, mewah, eksklusif. Kesan yang ingin mereka patrikan: jika Anda memakai jam ini, maka berarti Anda setara dengan mereka. Dengan kata lain: spirit, gengsi, dan kelas Anda akan terangkat dengan memakai jam itu.

Perubahan kualitas dan paradigma baru membuat industri jam Swiss berjaya kembali.

*****

Satu fenomena khas dalam kehidupan selalu berulang dimana-mana: para juara sekali waktu pasti terjebak rasa puas diri. Ini tidak hanya terjadi pada tataran individu seperti Muhammad Ali, Martina Navratilova, Ellyas Pical, atau Icuk Sugiarto. Pada tataran korporat — misalnya IBM, Kodak, Sony, Indosat, atau Indofood — dan tataran negara juga – misalnya Romawi, Ottoman, Sriwijaya, Majapahit, atau Inggris — gejala serupa bisa dijumpai.

Cirinya: sang juara merasa tidak perlu lagi kerja keras seperti dulu, tak perlu lagi belajar atau berlatih mati-matian seperti sediakala. “Kita kan sudah juara? Mari bersantai dan menikmati anggur kesuksesan”, kira-kira demikian sikap mereka.

Lanjutannya, kewaspadaan semakin rendah. Lebih jauh, mereka mulai arogan: anggap enteng pada pesaing dan melecehkan kompetitor. Sampai suatu saat, mereka pun terkejut. Mereka disalip, dikalahkan, atau digusur. Banyak yang sekali tergusur, selamanya tergusur. Mereka bangkrut lalu hilang dari peredaran.

Industri jam Swiss di atas, tergolong beruntung. Mereka segera sadar, mengubah persepsi, dan menata diri kembali. Hasilnya, mereka mencuat dengan tampilan lebih baik. Industri jam Swiss mengubah paradigmanya: dari industri kronometer menjadi industri perhiasan.

Maka, mari bersikap eling lan waspada. Mari berubah dengan memelihara Etos : Kerja adalah kehormatan, kita harus bekerja tekun penuh keunggulan.

PIRANHA DI AKUARIUM

Seorang pengusaha baru kembali dari perjalanan ke Brazil. Ia membawa oleh-oleh setoples ikan Piranha. Seperti diketahui, piranha di habitat aslinya, di perairan Amazon, adalah ikan yang buas dan agresif. Pengusaha ini menaruhnya di dalam akuarium bersekat kaca. Ikan-ikan itu berenang tenang di bak kiri.

Kemudian, sejumlah ikan lokal dimasukkan ke bak kanan. Seketika, seperti dikomando, mereka segera menyerbu hendak memangsa ikan lokal tersebut. Tetapi ada daya, mereka hanya bisa menubruk kaca. Serbuan diulangi: Piranha menerkam ganas. Apa lacur, kali ini moncong-moncong mereka mulai penyok tertumbuk tembok kaca.

Tidak jera, Piranha terus menyerbu, menyerbu, dan menyerbu sampai akhirnya bibir mereka jontor berdarah-darah. Pada titik itulah mereka kapok dan tak lagi berani menerkam. Pelan tapi pasti, mereka kehilangan agresivitasnya.

Sekian waktu kemudian, sesudah luka-luka Piranha itu sembuh, kaca pemisah dicabut. Aneh bin ajaib: mereka kehilangan naluri aslinya, tidak lagi spontan ganas menerkam. Malah mereka terlihat jinak bersama ikan- ikan lokal.

*****

Pembaca yang budiman, pengalaman buruk di masa lampau kerap menjadi kendala kita untuk bertumbuh dan berkembang. Kekecewaan, kegagalan, atau trauma membuat orang kapok, tidak berani lagi berinisiatif, kehilangan percaya diri, dan semangat juang anjlok. Akibat lebih serius: banyak orang kehilangan naluri alaminya. Daya hidupnya melemah.

Kini, kaca pembatas sudah terangkat. Namun pengalaman buruk yang dulu masih saja menjadi gembok imajiner yang membelenggu. Betul, pengalaman-pengalaman itu harus kita maknai sebagai guru dan referensi untuk mengarungi realita dan maju. Yang tidak boleh: ia menjadi borgol yang mematikan inisiatif, kreativitas, keberanian, dan daya juang kita.

Seberapa pahit pun masa lalu kita entah di bidang studi, keluaga, pekerjaan, atau bisnis; di mana kita menderita kerugian, kemalangan, atau kecelakaan—mari kita sadari bahwa itu semua hanyalah pengalaman lampau. Bijaklah oleh kerenanya, tapi tetaplah fokus dan penuh semangat ke depan.

Jadi, mari coba periksa, masih adakah kaca penghalang? Jangan-jangan sudah hilang. Jika demikian, berusahalah lagi. Yakinlah, jika selalu waspada, sadar dan bersahabat dengan lingkungan, mau memakai kecerdikan dan kecerdasan, maka kita bisa hidup sesungguh-sungguhnya, sepenuh-penuhnya, dengan semangat tinggi yang menjadi ciri asli kita.

Ingatlah, saat masih kecil, kita rajin mengekspolarasi dunia sekeliling: berani memegang api, meraba moncong anjing, gagah melayang terbang, nekat membongkar barang-barang elektronik, perkasa menjungkirbalikkan tempat tidur, tidak takut bermain lumpur dan air. Ya, kita memeriksa apa saja di sekitar kita untuk mencari pengalaman. Kita jatuh bangun, tapi tidak kapok. Kita meringis dan menangis, tapi sebentar kemudian sibuk tertawa. Semua itu sangat penting karena dengan demikianlah kita menjadi manusia dan otentik.

Maka jangan mau terhantui, apalagi terbelenggu, dengan pengalaman lampau yang pahit. Etos 1, yaitu etos rahmat mengajarkan bahwa hidup ini adalah berkah, termasuk semua pengalaman yang manis, asin, asam, tawar, kecut, getir, dan pahit. Percayalah, sesudah dan di balik semua pengalaman itu pasti muncul anugerah yang renyah. Bagai menghadapi buah durian: dari luar memang durinya tajam dan bisa melukai, tetapi kalau dengan tenang kita gunakan akal, lalu membelah durian dengan hati-hati, maka daging buah yang harum dan lezat segera ternikmati di lidah.

Maka,  di balik semua pengalaman buruk pun selalu terdapat rahmat yang segar. Inilah yang disebut rahmat terselubung. Mari menjadikannya sebagai modal untuk melangkah menjalani sukses. Jangan pernah kehilangan nikmat durian karena takut durinya. Jika harus tertusuk juga, biarin saja, jangan mau berhenti, tetapi sibaklah kulitnya lalu kulumlah daging buahnya yang lezat legit mewangi.

by Jansen Sinamo

HINDARI KESALAHAN INI DI KANTOR

Setiap orang tentu harus tampil sebaik mungkin di kantor, baik dalam penampilan fisik maupun performa kerja. Anda dituntut untuk melakukan apa saja demi kesuksesan perusahaan. Namun meskipun Anda berpikir bahwa Anda adalah sosok yang paling dibutuhkan di kantor, sedikit kecerobohan bisa menghambat kemajuan Anda. Anda tidak percaya? Coba lihat beberapa kesalahan yang sering dilakukan karyawan di kantor berikut ini:

Menjadikan Facebook sebagai sarana komunikasi
Dulu, email dan instant messenger menjadi sarana komunikasi andalan Anda. Ketika kita perlu menyampaikan laporan kepada rekan kerja, klien, atau atasan yang sedang berada di luar kantor, kita bisa mengirimkannya melalui email. Kini, karena banyak ponsel sudah memiliki aplikasi Facebook, Anda pun mengirimkan undangan meeting kepada rekan kantor melalui Wall atau Inbox. Ayolah, tak semua orang mempunyai cukup banyak waktu untuk membuka-buka Facebook pada jam kerja. Pesan Anda bisa saja tak dibaca penerimanya.

Anda mendekam terus di dalam kubikel
Jangan mengira bahwa dengan menatap layar komputer Anda terus-menerus membuat Anda dianggap sebagai karyawan teladan. Keluar dari kubikel untuk bergabung bersama rekan-rekan Anda di pantry atau di ruang merokok juga bisa memperbaiki hasil kerja dan membangun kesetiakawanan. Menertawakan beban kerja yang harus ditanggung dapat menguatkan ikatan sesama karyawan, memperbaiki komunikasi dan performa Anda, demikian menurut sebuah studi dari University of Missouri di Columbia.

Di lain pihak, Anda juga bisa lho, menjadikan kubikel Anda sebagai “markas” karyawan. Letakkan saja macam-macam snack (yang sehat tentunya!), maka rekan-rekan Anda akan senang nongkrong di tempat Anda. Anda akan banyak mendengar “gosip” mengenai keadaan kantor dari sini.

Menjadi sumber penyakit di kantor
Badan meriang, ingus terus keluar dari hidung Anda, bersin dan batuk-batuk? Sudahlah, istirahat saja di rumah. Memaksa masuk kerja ketika Anda menjadi penyebar virus dapat menciptakan wabah penyakit di kantor. Tahukah Anda, menurut penelitian University of Arizona di Tucson, rata-rata meja kerja memiliki kuman 400 kali lebih banyak daripada di toilet seat gedung kantor? Lagipula, atasan Anda akan jengkel bila menghadapi bawahan yang terlihat loyo dan kurang konsentrasi.

Memakai parfum terlalu banyak
Bagaimana pun juga, bau wangi memang lebih menyenangkan daripada bau keringat. Namun bila setiap hari harus menghirup wangi yang terlalu semerbak, tentu akan mengganggu juga. Menurut Job Accommodation Network di Morgantown, West Virginia, makin banyak keluhan yang disampaikan pekerja kantor akibat penggunaan parfum. Bagian sebagian orang, wangi parfum bisa memperparah migrain dan memicu serangan asma. Belum lagi gangguan kecil seperti bersin-bersin. Wangi sitrus atau bunga-bungaan yang ringan lebih disarankan untuk kondisi di kantor.

Sibuk sendiri saat meeting
Anda tahu kan, pemandangan yang kerap terjadi saat ini? Daripada mendengarkan atasan ngoceh saat meeting, lebih baik mengutak-atik Blackberry. Menurut Liz Bywater, PhD, konsultan karier di Yardley, Pennsylvania, melakukan aktivitas seperti ini akan menjauhkan Anda dari topik yang sedang dibicarakan. Selain itu, Anda menunjukkan pada rekan yang lain bahwa Anda tidak peduli dengan meeting tersebut.

Sumber : Kompas.com

POHON PENGABUL PERMOHONAN

Seorang pria miskin berjalan ke dalam hutan sambil meratapi nasibnya yang penuh dengan kesusahan. Ia beristirahat di bawah pohon, yaitu pohon ajaib yang bisa mengabulkan semua permohonan dari semua orang yang berada dekat dengan pohon itu. Pria itu sangat haus dan ingin minum. Tiba-tiba secangkir air dingin segar muncul di tangannya. Terkejut, pria itu melihat seksama air tersebut. Setelah merasa air itu aman, ia meminumnya. Pria itu kemudian merasa lapar dan ingin sesuatu untuk makan. Sepiring makanan muncul dihadapannya.

“Keinginanku terkabul,” ia berpikir setengah tidak percaya. “Kalau begitu aku ingin memiliki rumah yang bagus milikku sendiri, “ ia berteriak dengan keras. Rumah itu secara ajaib muncul di sebelahnya. Senyum lebar muncul di muka pria itu. Ia lalu meminta pelayan untuk merawat rumahnya. Ketika pelayan itu muncul, pria itu sadar bahwa ia telah dikaruniai dengan keajaiban.
Pria itu lalu meminta seorang wanita cantik, pintar, dan mencintai dirinya untuk mendampinginya. Keinginannya terkabul. “Tunggu, ini aneh,” kata pria itu pada si wanita,”Aku tidak seberuntung ini. Hal ini tidak mungkin terjadi padaku.”

Saat ia bicara … semuanya menghilang. Pria itu menganggukkan kepala dan berkata,”Betul kan.” Kemudian pria itu berjalan pergi sambil meratapi nasibnya yang penuh kesusahan.

Langkah pertama untuk menjadi kaya, sukses dan berhasil, adalah bagaimana Anda meyakinkan diri Anda bahwa Anda benar-benar ingin dan bisa menjadi kaya, sukses dan berhasil. Anda harus percaya dalam waktu tertentu Anda akan bisa melakukannya. Seperti cerita Pohon Pengabul Permohonan di atas, jika Anda tidak percaya bisa melakukannya, akhir ceritanya tetap sama, Anda tetap tidak akan bisa melakukannya karena Anda tidak memiliki determinasi yang kuat untuk itu. Seorang pelari yang tidak yakin akan sampai di garis finish akan kehilangan semangat. Setelah itu, boro-boro mencapai garis finish, melangkahkan kaki saja rasanya berat sekali. Ia akan berhenti di tengah jalan. Saya sering melihat banyak olahragawan yang mestinya secara fisik sudah tidak mampu melanjutkan, tapi akhirnya mereka bisa menang. Hal ini disebabkan karena mereka ingin dan yakin bisa menang

BAKAT YANG TERSIA-SIAKAN

Akhirnya, orang tua itu harus meninggal dunia. Kini ia tergeletak di tempat tidurnya, sendirian. Ketika ia terjaga, ia melihat begitu banyak bayangan orang berdiri mengelilingi tempat tidurnya. Wajah mereka tampak menyenangkan namun sedih. Orang tua itu merasa keheranan. Ia tersenyum lemah dan berbisik, “Oh, kalian pasti teman-teman dari masa mudaku dulu yang datang untuk menyampaikan kata perpisahan. Oh, betapa bahagianya aku.”

Sesosok bayangan mendekati dan merengkuh tangan orang tua itu. Ia menjawab, “Tentu saja, kami adalah sahabat-sahabat karib yang telah menemanimu sejak lama. Kami adalah harapan dan impian yang tak kau wujudkan dalam hidupmu. Meski kau merasakannya jauh di dalam hati sanubarimu, kau tak pernah berusaha untuk mengupayakannya. Kami adalah bakat-bakat unik yang dianugerahkan padamu, namun tidak pernah kau asah dan kau gunakan. Kami adalah hadiah yang tak pernah kau temukan. Teman tua, kami datang bukan untuk menghiburmu, tetapi kami datang untuk mati bersama-samamu.”

Pojok Renungan : Jangan biarkan seluruh bakat yang dianugerahkan pada kita tersia-siakan begitu saja. Mari, kita gali dan persembahkan untuk hidup dan kebahagiaan kehidupan kita semua.

MENJADI ANGGOTA TIM YANG POSITIF

Kalau semua tim memiliki kemampuan sama, maka tim yang memiliki sikap paling baiklah yang akan memperoleh hasil terbaik. Sikap itu terbentuk dari orang-orang yang tergabung dalam tim tersebut. Berikut ini ada sepuluh langkah yang dapat anda lakukan untuk menjadi seorang anggota tim yang baik.

–Pastikan anda ingin bekerja dalam sebuah tim.

Tanyakan pada diri sendiri, apakah anda benar-benar ingin menjadi anggota sebuah tim. Ada orang yang lebih suka bekerja bagi dirinya sendiri, ada yang lebih suka menjadi pemimpin, dan ada yang memilih bekerja dalam suatu tim. Sebelum anda dapat menjadi seorang anggota tim yang positif, yakinkan bahwa anda benar-benar ingin bekerja sebagai anggota sebuah tim.

–Pilihlah tim yang positif.

Agar anda dapat berperan secara positif, anda perlu lingkungan yang positif. Bekerjalah dalam sebuah organisasi yang anda percayai. Carilah organisasi atau perusahaan yang memiliki catatan prestasi terbaik dalam inovasi, tanggung jawab sosial dan bidang tertentu yang anda minati. Carilah perusahaan yang mencanangkan misi yang sama dengan nilai-nilai yang anda percayai.

–Buatlah komitmen positif terhadap pekerjaan anda.

Komitmen ini menguatkan anda meski sedang menghadapi kesulitan. Bila anda percaya dengan misi yang diemban oleh perusahaan anda, maka berjanjilah untuk melakukan sesuatu yang terbaik bagi tim kerja anda.

–Jelaskan tujuan-tujuan pribadi anda.

Berbicaralah dengan pimpinan anda, dan sampaikan tujuan-tujuan pribadi anda agar mereka bisa menyetujui sasaran-sasaran pribadi anda. Buatlah kontrak yang jelas dengan tim dan pimpinan anda. Pastikan pula anda mendapat dukungan yang diperlukan untuk mencapai tujuan ini.

–Lakukan pekerjaan yang bermutu tinggi.

Anda telah memiliki dukungan dari pimpinan anda, maka tugas anda kini adalah mewujudkannya dalam bentuk pekerjaan yang bermutu tinggi. Ini akan mendorong terciptanya suasana yang menyenangkan dan dapat mengembangkan bakat anda. Dengan melakukan pekerjaan yang bermutu tinggi, anda memuaskan diri anda sendiri, tim, pimpinan sekaligus customer anda.

–Kembangkan peranan positif dalam tim.

Perjelas apa kekuatan anda agar anda bisa melakukan cara terbaik bagi tim anda. Berbicara pada atasan anda mengenai tujuan-tujuan anda, lalu wujudkan itu menjadi hasil yang baik. Memang terkadang anda tidak bisa mengembangkan peran anda dalam tim. Mungkin ini disebabkan oleh pimpinan anda yang tidak sepenuhnya yakin akan kemampuan anda, maka bekerjalah di waktu senggang untuk melakukan yang terbaik. Carilah kesempatan agar anda bisa menggunakan kekuatan anda. Dalam hal ini peran pemimpin diperlukan untuk mendorong anda agar bisa menunjukkan bakat yang anda miliki, bukan mendiamkannya.

–Doronglah anggota tim lain.

Ini menuntut anda untuk mengembangkan kemampuan hubungan antar manusia di samping ketrampilan teknis. Sebagai anggota tim, anda dapat melakukan pekerjaan dengan lebih baik bila mereka mengetahui cara mendukung para kolega anda. Berilah kesempatan bagi anggota tim untuk memperbaiki diri. Jadilah pembimbing bagi para anggota tim yunior.

–Temukan penyelesaian positif terhadap berbagai masalah.

Kembangkan budaya dimana anggota tim dapat membantu anggota tim lainnya dengan mengusulkan berbagai kemungkinan pemecahan masalah. Sesungguhnya karyawan lebih mengetahui pekerjaannya daripada atasannya, maka doronglah anggota tim menyelesaikan masalahnya sendiri secara positif.

–Raihlah tujuan pribadi anda.

Tugas pertama anggota tim adalah mencapai sasaran pribadinya. Perhatikan lintasan anda, bukan lintasan orang lain. Ini berarti anda harus memiliki tujuan yang jelas, bekerja keras, dan menyelesaikan pekerjaan anda dengan baik.

–Bantulah tim meraih tujuannya.
Singsingkan lengan baju. Ulurkan tangan anda. Pada saat krisis tiba, yang diperlukan dari setiap anggota tim adalah membantu tim sepenuhnya, menghadapi tantangan dan menyelesaikan krisis.
Perhatikan kembali sepuluh langkah di atas, dan tanyakan pada diri anda sendiri:
– Bagaimana rasanya menjadi anggota suatu tim?
– Apakah menjadi anggota tim adalah tepat bagi anda?
– Apakah anda bisa bekerja dalam tim dan melakukan pekerjaan kreatif?
Bila anda menjawab “tidak”, maka pikirkan sekali lagi. Jangan habiskan waktu anda untuk melakukan sesuatu yang bagus namun gagal mendorong orang lain dalam tim anda. Terimalah tanggung jawab untuk kepentingan masa depan anda sendiri. Bergabunglah dengan tim yang benar-benar anda inginkan, lalu bulatkan tekad untuk menjadi anggota tim yang baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: